Halo tamu , Login

Orientasi bagi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

IMG_1375Penanggulangan TB membutuhkan pelibatan banyak unsur di masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat yang merupakan kelompok yang dipercaya masyarakat dalam berbagai hal kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Oleh karena itu, pelibatan mereka sangat penting dalam upaya promosi perilaku kunci penanggulangan TB. Nahdlatul Ulama (NU) dengan jejaringnya sampai pada masyarakat akar rumput bersama tokoh agama/masyarakatnya akan menjadi aset dalam edukasi masyarakat sehubungan dengan penanggulangan TB, tetapi agar informasi yang disampaikan akurat, dibutuhkan orientasi bagi tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk membantu penaggulangan TB.

Tujuan kegiatan orientasi ini adalah, pertama, untuk memberikan informasi dasar TB, yang meliputi, apa itu TB; gejala; pengobatan; dan pencegahannya. Kedua, menggugah kesadaran pentingnya peran tokoh agama-tokoh masyarakat dalam penanggulangan TB dengan perspektif agama. Ketiga, meraih dukungan tokoh agama-tokoh masyarakat dalam penanggulangan TB.

Output kegiatan orientasi ini adalah, pertama, meningkatnya pengetahuan tokoh agama-tokoh masyarakat tentang TB. Kedua, munculnya komitmen tokoh agama-tokoh masyarakat untuk menyosialisasikan TB di lingkungan masing-masing (majelis taklim dan kelompok masyarakat lainnya). Ketiga, adanya rencana tindak lanjut untuk melaksanakan kampanye penanggulangan TB.

Orientasi tokoh agama dan masyarakat pertama kali dilaksanakan di Jakarta Pusat. Adapun kegiatan orientasi untuk 5 kabupaten lainnya dilaksanakan pada Januari–Februari 2014.

Peserta tokoh agama dan tokoh masyarakat berasal dari  wilayah kecamatan dari setiap kabupaten yang merupakan area cakupan program CEPAT-LKNU. Mereka dipilih berdasarkan kriteria tokoh agama/masyarakat yang (1) berdomisili di wilayah kerja CEPAT-LKNU; (2) aktif/sering melakukan ceramah di pertemuan-pertemuan keagamaan—bagi tokoh agama; dan  (3) sedangkan tokoh masyarakat yang aktif di tingkat kelurahan/rukun warga (RW); (4) bersedia bekerja sama dalam program CEPAT-LKNU.

Orientasi dilaksanakan 2 angkatan dan dihadiri oleh 21 orang, 15 tokoh agama dan 6 tokoh masyarakat dari Kecamatan Senen dan 50 dari Kecamatan Tanah Abang dan terdiri dari 35 tokoh agama dan 15 tokoh masyarakat.

Kegiatan orientasi tersebut melibatkan wakil supervisor TB, Pengurus PCNU, tokoh agama.  Pelibatan berbagai pihak dalam orientasi diharapkan akan meningkatkan komitmen untuk bersama menuntaskan TB.

Materi :
1. Penjelasan singkat Program CEPAT-LKNU.
2. Situasi TB di setiap kabupaten
3. Penanggulangan TB dan mengatasi stigma dari perpektif Islam.
4. Pengetahuan TB dasar: apa itu TB, gejala TB, cara penularan, cara pengobatan, cara hidup sehat, dll.

Beberapa pertanyaan yang diajukan dalam orientasi, yaitu:

  1. Apa bedanya TB dan paru-paru basah karena dilihat dari gejalanya sama?
  2. Sebagian masyarakat tertutup jika memiliki penyakit TB ini karena malu menular dan dianggap ”penyakitnya orang miskin”. Apa yang harus kita lakukan agar tidak terjadi hal demikian?
  3. Apakah efek samping obat anti-TB (OAT) tersebut tidak membahayakan bagi pasien? Apakah tidak ada alternatif obat lainnya yang efek sampingnya tidak menimbulkan depresi semacam itu? Karena bisa jadi pasien malas minum obat karena tidak tahan dengan efek samping yang ditimbulkan.
  4. Dikatakan, OAT gratis bagi masyarakat; Bagaimana dengan kualitas obat tersebut? Biasanya masyarakat yang mampu tidak percaya dengan kualitas obat gratis.
  5. Apakah pengobatan TB gratis tersebut berlaku di semua puskesmas dengan syarat-syarat tertentu atau siapa saja bisa gratis?
  6. Bagaimana dengan pengobatan TB di rumah sakit, apakah obatnya sama persis dan gratis juga?

Selain berbagai topik mengenai Program CEPAT-LKNU dan juga informasi dasar tentang TB, kegiatan tersebut juga membahas draf buku panduan penanggulangan TB dari perpektif Islam.  Buku tersebut akan menjadi panduan bagi tokoh agama dalam menjalankan perannya untuk mendukung upaya penanggulangan TB.

Beberapa topik yang dibahas dalam buku tersebut yaitu:

  • Menghilangkan Stigma dan Diskriminasi terhadap Pasien TB
  • TB Itu Bukan Penyakit Kutukan Tuhan
  • TB Bisa Disembuhkan
  • Penanggulangan TB Tanggung Jawab Kita Bersama

Pada akhir kegiatan orientasi, peserta diminta menuliskan nama majlis taklim atau kelompok masyarakat termpat peserta aktif.  Para tokoh yang mengikuti orientasi diharapkan dapat menggunakan berbagai kegiatan tersebut untuk menyampaikan informasi tentang TB. Jika ada informasi mengenai anggota masyarakat yang memiliki gejala TB, kader akan melakukan screening.

Langkah berikutnya:

  1. KK dan fasilitator komunitas diharapkan hadir dalam pengajian mereka untuk menyaksikan tokoh agama dan tokoh masyarakat menyosialisasikan TB.
  2. Media sosialisasi sangat dibutuhkan sebagai pendukung sosialisasi dan edukasi, misalnya leaflet dan poster.