Halo tamu , Login

CEPAT-LKNU Laksanakan Pelatihan Kader

IMG_5052

Tim dari CEPAT-LKNU sedang menyosialisasikan program pemberantasan penyakit TB kepada sejumlah kader.

Program CEPAT-LKNU telah memasuki tahun kedua dan telah melaksanakan pelatihan kader tahap kedua di setiap wilayah kerja program. Pelatihan kader dilaksanakan berdasarkan beberapa kebutuhan, yaitu, pertama, adanya pembentukan kecamatan baru di Kabupaten Blitar, Kediri, dan Blitar. Seiring dengan pembentukan kecamatan baru, dibutuhkan kader baru yang berdomisili di kecamatan tersebut.

Kedua, beberapa kader yang ”rontok” atau berhenti menjadi kendala pelaksanaan kegiatan di lapangan, terutama dalam pencarian suspek dan pendampingan. Untuk itu perlu dilaksanakan perekrutan kader baru guna mendongkrak pencapaian target program.

Ketiga, penambahan wilayah di Kabupaten Bandung Barat yang sudah mempunyai kader-kader TB dan kader masih aktif dalam kegiatan penanggulangan TB, perlu diadakan penyegaran bagi kader.

Kader yang dilatih akan diberikan orientasi terkait kegiatan utama kader di lapangan, antara lain:

  1. Bagaimana cara pencarian suspek.
  2. Kader memberikan surat pengantar bagi orang yang mempunyai gejala TB untuk memeriksakan diri ke puskesmas.
  3. Kader menindaklanjuti suspek yang dinyatakan positif TB untuk diberikan pendampingan.
  4. Setiap kegiatan kader yang dilakukan direkap dalam formulir pencatatan dan pelaporan CEPAT-LKNU.

Agar dapat melaksanakan kegiatan utama tersebut, para kader perlu diberi pelatihan agar lebih memahami dan mengerti sejumlah hal, antara lain:

  1. Pengetahuan tentang TB dan permasalahannya di wilayah yang bersangkutan;
  2. Keterampilan sebagai kader TB dan bisa memberikan pendampingan, edukasi, dan fasilitasi terhadap kelompok atau komunitas;
  3. Cara mengisi formulir pencatatan dan pelaporan;
  4. Cara memetakan kasus atau wilayah sehingga bisa membuat rencana kerja dan pembagian tugas dalam wilayah yang bersangkutan.

Pelaksanaan Pelatihan

Pelatihan kader dilaksanakan dengan waktu yang berbeda antara daerah satu dan yang lain, sesuai dengan kesiapan setiap daerah. Adapun beberapa daerah yang sudah melaksanakan pelatihan kader tahap kedua, antara lain:

1. Depok, Jawa Barat

Dilaksanakan pada 19-20 Februari 2014 di Aula Pesantren Al-Manar Azhari. Peserta yang dinyatakan resmi  menjadi kader CEPAT, yaitu peserta yang mengikuti kegiatan dari awal registrasi sampai akhir penutupan pelatihan sebanyak 22 orang.

Kader yang dilatih merupakan rekomendasi dari puskesmas, posyandu, dan dari NU. Sebagian besar kader sudah mempunyai pengalaman tentang TB, jadi dalam pelatihan lebih mudah memahami isi materi.

2. Jakarta Utara

Jakarta Utara mempunyai 2 kecamatan dengan wilayah yang berjauhan, yaitu di Kodja dan Penjaringan. Karena itu, pelatihan kader dilaksanakan dalam 2 angkatan (1 angkatan 24 orang), dengan pembagian setiap kecamatan 1 angkatan. Di Kecamatan Kodja pelatihan dilakukan terhadap 24 kader CEPAT-LKNU.

Pelatihan dilaksanakan di Aula Puskesmas Kecamatan Kodja dan didampingi oleh petugas TB dari Puskesmas Kodja  serta Koordinator Program TB se-Kecamatan Kodja (Ibu Mimi). Mimi memberikan respons baik terhadap kegiatan kader dan siap membantu untuk selalu memberikan semangat kepada para kader agar tetap produktif menjalankan kegiatan penanggulangan TB.

Kader yang dilatih kebanyakan berasal dari rekomendasi puskesmas dan kader posyandu sehingga harapan ke depan akan lebih baik daripada sebelumnya.  Pelatihan kader di wilayah Penjaringan belum terlaksana karena masih berkendala persiapan internal tim.

3. Kabupaten Bandung Barat

Dilaksanakan pada 27-28 Februari 2014 di Hotel Bumi Asih, Bandung. Bandung Barat merupakan wilayah kerja baru program CEPAT-LKNU yang diresmikan sejak 21 Februari 2014 pada pertemuan antara Ketua LKNU Bandung dan tim CEPAT-LKNU di Jakarta.

Karena merupakan wilayah kerja baru, Bandung Barat baru melaksanakan pelatihan kader tahap pertama. Kader dari Bandung Barat sebelumnya sudah aktif dalam program penanggulangan TB sehingga dalam pelatihan materi yang diberikan bersifat penyegaran. Akan tetapi, dalam pelatihan langsung diadakan 2 angkatan dengan 1 angkatan 1 hari penuh kegiatan. Setiap angkatan diikuti 30 kader. Dengan demikian, di Bandung Barat ada 60 kader yang direkrut.

Yang menarik dari kader Bandung Barat, mereka sudah memiliki yel-yel khusus dan mempunyai lagu-lagu kader tentang penanggulangan TB. Para kader juga mempunyai penghasilan tambahan (income generating), antara lain dengan memproduksi dan menjual kopi bandrek dan teh hijau.

4. Cirebon, Jawa Barat

Dilaksanakan pada 10-11 Maret 2014 di aula Gedung PCNU Cirebon. Kader yang dilatih merupakan rekomendasi dari puskesmas, posyandu, dan NU dari kecamatan yang berbeda dengan kecamatan sebelumnya (yaitu kecamatan Talun, Gunungjati, dan Ciwaringin).

5. Blitar dan Kediri

Di Kabupaten Blitar dan Kediri, pelatihan kader beluk terlaksana karena terkendala kondisi daerah pasca-letusan Gunung Kelud.

Materi Pelatihan

  • Penjelasan terkait program CEPAT-LKNU untuk Cirebon dan Jakarta Pusat dibawakan oleh Koordinator Kabupaten. Sementara Jakarta Utara dan Depok dibawakan oleh Dr. Makky. Penjelasan tentang program dan peran keterlibatan kader dalam program.
  • Pemetaan dan Strategi, serta Formulir Pencatatan dan Pelaporan dijelaskan oleh Dr. Makky dan Elina. Bagaimana cara pemetaan (kasus ataupun keadaan lingkungan), dan dari hasil pemetaan dibuat rencana kegiatan. Untuk lebih memperdalam pemahaman dalam penggunaan formulir, dilakukan role play (bermain peran) dari semua peserta.
  • Komunikasi Efektif, dijelaskan oleh narasumber dari luar (Pak Iftah). Menjelaskan tentang bagaimana komunikasi yang baik ketika pencarian suspek ataupun pendampingan ke rumah pasien TB, melakukan sosialisasi di masyarakat.
  • Kunjungan ke Puskesmas dibawakan oleh Elina. Pada topik ini Elina menjelaskan tentang hal-hal yang harus diketahui kader mengenai alur pasien TB, formulir 02 dan 01, serta hal administrasi pasien yang berkaitan dengan pengobatan TB.
  • Support kader, dibawakan oleh Mas Yus, merupakan penjelasan mengenai penggantian biaya transportasi kader (saat melakukan pencarian suspek, pendampingan, dan sosialisasi) serta bagaimana mekanisme pengajuan penggantian biaya transpor tersebut.
  • Rencana tindak lanjut (RTL) dilakukan pada pengujung acara. Para kader dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan area kecamatan dan didampingi oleh fasilitas komunitas (faskom) untuk lebih memperjelas arah tindak lanjut.

Kendala Selama Pelatihan

  1. Persiapan tim kabupaten terkait beberapa hal teknis, seperti belum siapnya penggandaan materi pelatihan, LCD, dan komputer.
  2. Fasilitator kadang tidak bisa datang sehingga fasilitasi dilakukan oleh tim pusat dan bahkan tim kabupaten ada yang ikut memfasilitasi.
  3. Saat role play, masih belum menemukan cara pengondisian kelompok sehingga masih ada sesi yang simpang siur.