Halo tamu , Login

Tuberkulosis Masuk Masjid!

dmi-whiteInformasi yang benar dan tepat itu penting, termasuk tentang tuberkulosis (TB). Upaya pencegahan TB pertama dan utama adalah pemberian informasi kepada masyarakat tentang penyakit TB, baik sebab-sebabnya maupun bahayanya. Hal inilah yang mendasari kerjasama antara Community Empowerment for People Against Tuberculosis (CEPAT)-LKNU Blitar dengan Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD. DMI) Kabupaten Blitar untuk melakukan Penanggulangan Tuberkulosis berbasis komunitas masjid. Langkah awal dari kerjasama ini adalah dengan membagikan buku “Serial Khutbah Jum’at Pengendalian Penyakit Tuberkulosis Menurut Perspektif Islam” kepada Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang dan Ranting NU se Kabupaten Blitar.

Acara pembagian buku ini bersamaan dengan kegiatan halal bihalal warga NU Kabupaten Blitar, 1 September 2015 di kawasan Wisata Edukasi Kampung Coklat Kademangan Blitar. Hadir dalam acara halal bi halal ini Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA, PWNU Jatim, Bupati Blitar, Forpimda dan PCNU se-korda Kediri.

“Alhamdulilah, CEPAT-LKNU Blitar bisa bekerjasama dengan PD. DMI Kabupaten Blitar untuk melakukan penanggulangan tuberkulosis berbasis komunitas masjid yang diawali dengan memberikan informasi yang tepat lewat buku Serial Khutbah Jum’at. Ada 800 buku yang kita bagikan kepada peserta halal bihalal. Masjid inikan menjadi salah satu komponen dan institusi strategis yang ada di masyarakat, merupakan organisasi

kemasyarakatan berbasis agama (Faith Base Organization) dan termasuk kategori civil soceity. Masjid bagi masyarakat Kabupaten Blitar mempunyai kedudukan sangat sentral, menjadi tumpuan, tempat berkumpulnya masyarakat. Masjid dalam masyarakat sudah menjadi community centre, pusat kegiatan masyarakat, baik yang bersifat ibadah wajib (mahdah) maupun ibadah sosial (muamallah) di segala bidang; pendidikan, kesehatan, budaya, hukum, dll. Sehingga sangat tepat dan strategis jika masjid juga berperan serta dalam program pengendalian TB”, jelas Wijianto, Fasilitator Advokasi CEPAT-LKNU yang sekaligus sekretaris panitia halal bihalal warga NU Blitar.

Sementara Ketua PD. DMI Kabupaten Blitar, Kiai Farhan Ma’ruf mengungkapkan, “Buku Serial Khutbah Jum’at Pengendalian Penyakit Tuberkulosis Menurut Perspektif Islam ini merupakan bantuan dari Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP.DMI) untuk PD. DMI Kabupaten Blitar. Buku serial khutbah ini merupakan bentuk kepedulian DMI dalam partisipasi aktif melakukan upaya-upaya kongkrit menanggulangi penyakit Tuberkulosis khususnya di Blitar. Untuk sosialisasinya kita bekerjasama dengan CEPAT-LKNU yang sudah tiga tahun aktif melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menanggulangi tuberkulosis di Blitar.

Buku khutbah setebal 48 halaman ini terdiri dari 5 topik, yaitu; Mengenali gejala penyakit menurut perspektif Islam (tuberkulosis), Mencegah penularan penyakit sebagai amal ibadah (tuberkulosis), Peranan doa dalam penyembuhan penyakit (tuberkulosis), Sabar dan disiplin dalam penyembuhan penyakit (tuberkulosis) dan Tolong menolong dalam penyembuhan penyakit (tuberkulosis)”, jelas Kiai Farhan ketua DMI Kabupaten Blitar yang juga Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar.

“Semoga Serial Khutbah Jum’at Pengendalian Penyakit Tuberkulosis Menurut Prespektif Islam ini bisa melengkapi Buku Pintar Penanggulangan Tuberkulosis Kupasan para Kiai yang diterbitkan oleh CEPAT-LKNU dan juga sudah dibagikan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat di wilayah program CEPAT-LKNU Blitar. Kedua buku itu semoga bermanfaat untuk memberikan informasi kepada masyarakat terhadap penanggulangan TB di Blitar,” pungkas Wijianto.