Halo tamu , Login

Pemkab Cirebon Luncurkan Gerdunas TB

Gerdunas TB Cirebon-kecil

CIREBON, CEPAT — Pemerintah Kabupaten Cirebon menyatakankeseriusannya mengendalikan penyebaran penyakit tuberkulosis (TB) di wilayahnya dengan membentuk tim Gerakan Nasional Terpadu Tuberkulosis (Gerdunas TB). Semua pemangku kepentingan di Kabupaten Cirebon, termasuk sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dikerahkan untuk bersinergi dan terlibat langsung dalam pengendalian TB.

Bupati Cirebon Purwadisastra menandatangani surat keputusan pengukuhan tim Gardunas dengan SK Nomor 421/Kep171-Dinkes/2015 pada 7 April 2015, sementara acara sosialisasi digelar di Hotel Apita Green, Cirebon, Selasa (28/4/2015).

Sosialisasi tim Gardunas TB ini terselenggara atas kerja sama Community Empowerment of People Against Tuberkulosis-Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (CEPAT-LKNU)—yang mendapat dukungan dana dari United States Agency of International Development (USAID)—dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Dalam sosialisasi tersebut, Nanang Yuwana dari Dinas Kesehatan Cirebon menyampaikan bahwa tim Gerdunas TB yang baru saja diluncurkan diharapkan bisa mengatasi permasalahan TB di kota berjulukan “Kota Udang” ini. Selain itu, acara peluncuran dan sosialisasi SK Gerdunas TB ini, kata Nanang, juga diperlukan untuk memperluas pemahaman dan kepedulian bersama penanggulangan TB di wilayah Kabupaten Cirebon.

“Acara ini digunakan sebagai forum diskusi tentang rencana kerja tim Gerdunas TB, dengan dua agenda utama, yaitu mematangkan rencana tindak lanjut program kerja selama satu tahun ke depan dengan CEPAT-LKNU dan rencana kerja dengan prioritas program TB-MDR,” ujarnya.

Menurut Nanang, kasus TB-MDR cukup banyak di Cirebon. “Tahun 2014, ditemukan 33 kasus TB-MDR, yang terdiri dari 14 kasus dalam pengobatan, 10 kasus penderita meninggal, 5 kasus drop-out, 1 kasus penderita belum diobati, dan 6 kasus pasien sudah dinyatakan sembuh dari TB-MDR,” ujar Nanang.

“Penyebaran TB cukup merata, tetapi yang paling tinggi terjadi di wilayah kerja Puskesmas Wangunharja. Di wilayah itu ditemukan 4 kasus,” ujar Nanang.

Dalam seminar sosialisasi Gerdunas TB itu juga terungkap bahwa masih dibutuhkan kerja nyata dari semua pihak untuk permasalahan TB ini. Hal itu, antara lain, adalah perlunya penyusunan rencana kerja untuk program pengendalian TB, menentukan target, menyiapkan sumber daya manusia, pelayanan kesehatan, sistem rujukan, supervisi program, serta monitoring dan evaluasi.

Sinergisitas

Dalam pertemuan itu, disepakati pentingnya kerja sama semua unsur dan pemangku kepentingan (stakeholders) di Kabupaten Cirebon untuk bekerja sama dan bersinergi satu sama lain dalam pemberantasan TB.

Sinergisitas itu pun terlihat dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Cirebon melibatkan Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan, organisasi profesi, Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Cirebon, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon KH Abu Tolkha Nawawi menyambut baik kebijakan dan keseriusan Pemkab Cirebon ini.

“Artinya, melalui keputusan Bupati Cirebon tersebut, semua pihak ikut terlibat mulai dari tingkat puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah kabupaten dalam upaya pengendalian TB. Ini merupakan langkah bersama dalam mengendalikan TB,” ujar Abu Tolkha Nawawi.

Melalui diskusi tim Gerdunas TB ini, setiap pihak berkesempatan memahami peran masing-masing dalam program TB, misalnya Dinas Komunikasi dan Informatika menyediakan slot acara talk show di radio setempat berdurasi 30 menit setiap tayang untuk program TB.

Sementara Bappeda Cirebon memberikan ruang terbuka bagi SKPD, dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, untuk mengusulkan anggaran dengan program yang jelas dan prioritas.

Adapun CEPAT-LKNU sejak 2012 telah melaksanakan program pemberantasan TB di 20 kecamatan dari 40 kecamatan, menyasar 906.186 jiwa (atau 40 persen dari total 2.261.866 jiwa) dengan potensi penduduk yang terkena TB sebanyak 372 di Kabupaten Cirebon. Program CEPAT-LKNU yang didanai sepenuhnya oleh USAID akan berakhir pada 2017. (*)