Halo tamu , Login

Launching program CEPAT-LKNU di Tulungagung

Penandatangan MOU oleh Dr Gatot DP Poerwanto, MKK, Kepala Dinas Kesehatan dan KH. Hakim Mustofa, Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung

Penandatangan MOU oleh Dr Gatot DP Poerwanto, MKK, Kepala Dinas Kesehatan dan KH. Hakim Mustofa, Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung

 

Kabupaten Tulungagung terletak sekitar 150 KM barat daya dari Kota Surabaya. Merupakan salah satu kabupaten penghasil batuan marmer terbesar di Indonesia. Nama Tulungagung, menurut salah satu versi resmi, mempunyai arti sumber air yang besar. Di Kabupaten Tulungagung memang memiliki sumber air yang besar, sebelum dibangun Bendungan Niyama oleh tentara Jepang.

 

Kabupaten Tulungagung dipilih menjadi daerah pengembangan program TB melalui program CEPAT-LKNU, atas rekomendasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tantangan yang dihadapi Kabupaten Tulungagung dalam program TB adalah masih rendahnya angka CDR sebesar 32% (dari target sebesar 70%), adanya kasus TB-MDR dan TB-HIV, yaitu 1.270 kasus.

Namun demikian, hal yang paling menggembirakan adalah adanya tanggapan yang positif dari stakeholder setempat, mulai dari Pemda, Dinas Kesehatan, Rumah sakit, Puskesmas, hingga PCNU setempat. Mereka menyambut gembira adanya program CEPAT-LKNU di kabupaten Tulungagung yang diharapkan akan mampu mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat penyakit TB.

Acara launching program CEPAT-LKNU di Kabupaten Tulungagung, 21 Januari 2016, dihadiri seluruh stakeholder penting yang dapat mendorong keberhasilan program TB di Kabupaten Tulungagung diantaranya Kepala Dinas Kesehatan dan staff, Ketua PCNU, Ketua PCLKNU (sekaligus wakil Direktur RSUD Tulungagung), Bapeda, anggota DPRD Komisi C, PKK, Aisyiyah, Kepala Puskesmas, dll.

Pertemuan juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan diskusi, pihak Bappeda justru menyambut baik kerjasama ini, dan melempar wacana untuk segera membentuk Pokja TB-HIV.

Acara launching juga diisi dengan penandatangan MOU antara Dinas Kesehatan (Dr Gatot DP Poerwanto, MKK) dengan PCNU Kabupaten Tulungagung (KH. Hakim Mustofa), disaksikan oleh seluruh hadirin.

CEPAT-LKNU akan bekerja melakukan penemuan kasus TB secara aktif dan mendampingi pasien hingga menyelesaikan pengobatan di 2 kecamatan yaitu Ngantru dan Ngunut dengan masing-masing 2 Puskesmas. Pemilihan kecamatan adalah berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Tulung Agung yang telah membagi wilayah kerja dengan Aisyiah.