Halo tamu , Login

CEPAT-LKNU Kini Resmi Hadir di ”Bumi Wali” Tuban

b1cd7faad4306fe9db90126d8b2061b3

H. Miftahul Munir, SKM,M.Kes Pengurus LKNU yang sekaligus Ketua STIKES NU Tuban saat melakukan penandatangan kesepakatan penanganan TB di Tuban yang disaksikan oleh bupati tuban dan dinkes Tuban. (Suwandi/BangsaOnline)

NEWS, CEPAT — Program CEPAT-LKNU—yang didukung sepenuhnya oleh Badan untuk Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID)—kini hadir di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur. Kehadiran program pemberantasan tuberkulosis ini diresmikan langsung oleh Bupati Tuban H. Fathul  Huda, Rabu (11/2/2015), di Gedung Korpri, Jalan Kartini,  Kompleks Pendapa Kabupaten Tuban.

“Melihat adanya potensi penularan TB daerah ini, pada 2015 ini Program CEPAT-LKNU mulai mengembangkan wilayah program ke Kabupaten Tuban yang menjadi kabupaten kedelapan setelah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Depok, Cirebon, Blitar, Kediri, dan Bandung Barat,” demikian disampaikan Ir. Esty Febriani, M.Kes, Chief of Party Program CEPAT-LKNU, pada sambutannya.

Dengan  pengalaman Kabupaten Tuban dalam pengendalian TB sebelumnya, kata Esty, bisa jadi akan mampu menjadi model atau contoh bagi kabupaten lain, meskipun Kabupaten Tuban baru bergabung pada tahun ketiga ini.

Untuk diketahui, di Tuban, seperti disampaikan Ketua LKNU Kabupaten Tuban Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M.Kes, gerakan pemberantasan TB sebelumnya sudah dirintis oleh Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) sejak 2009 dengan nama program Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Saat itu, poskestren didukung oleh KH Said Aqiel Siradj, sebelum menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar NU.

“Kemudian dilanjutkan dengan program TB yang mendapat dukungan dana dari Global Fund, mulai 2010 hingga 2011 dan dilanjutkan pada 2012-2013 bekerja sama dengan Aisyiyah, yang juga mendapat dukungan dari Global Fund (GF). Setelah berakhirnya kerja sama dengan lembaga dana GF, Pemerintah Kabupaten Tuban melihat perlu untuk terus melanjutkan program ini dengan memberikan dana stimultan sebesar Rp 50 juta rupiah untuk pelatihan kader,” kata Miftahul yang juga menjabat sebagai Ketua STIKES NU itu.

Menyasar Masyarakat

Selanjutnya, Ketua Pengurus Pusat LKNU, Dr. dr.  Imam Rasjidi, SpOG (K) Onk menyampaikan pandangannya bahwa program yang dilakukan LKNU ini menyasar langsung kepada masyarakat. Sekaligus mengingatkan bahwa peran lembaga donor hanya sebatas memberikan stimulan saja.

“Harapan sangat besar ditujukan kepada masyarakat untuk meneruskan program ini secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Imam.

Sebagai lembaga keagamaan  terbesar di Indonesia, kata Imam, LKNU sudah sewajarnya juga harus bisa memberikan kontribusi dalam pengendalian TB dari persepktif agama. Hal itu di antaranya dengan menghasilkan buku-buku panduan kesehatan yang dikupas dari perspektif keagamaan.

“Dengan demikian, masalah kesehatan bukan hanya menjadi ranah petugas kesehatan saja, melainkan juga tanggung jawab para tokoh agama,” ujarnya.

Jaga Keharmonisan

Sebelum meresmikan program CEPAT-LKNU, Bupati Tuban H. Fathul  Huda, dalam sambutannya menekankan pentingnya aspek spiritual sebagai manusia dalam menjalankan setiap program. Manusia, kata Fathul, dalam bahasa Arab disebut  insan, yang terdiri dari perempuan (anisah) dan laki-laki (anas).

“Insan punya makna harmonis. Jadi, sebagai manusia harus harmonis. Harmonis itu berarti kepedulian, salah satunya peduli kepada yang sakit. Demikian halnya dengan yang kaya harus peduli kepada yang miskin. Sama halnya aparat pemerintah harus peduli kepada rakyatnya,” ujarnya.

Berbicara soal keharmonisan, Bupati Tuban memberikan analogi keharmonisan dirinya dengan Wakil Bupati Tuban. Secara kebetulan, Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban adalah mantan Ketua Pengurus Cabang NU di Kabupaten Tuban.

“Sama halnya kedudukan Bupati dan Wakil Bupati Tuban yang keduanya juga harmonis. Tidak seperti yang banyak terjadi di berbagai kabupaten, di mana kedua tokoh ini saling bersaing dan tidak harmonis.”

Selain itu, Bupati Tuban juga menyampaikan bahwa dengan diresmikannya program CEPAT-LKNU, diharapkan bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Tuban. “Inilah yang  terus kami upayakan dengan cara  menekankan pentingnya pencapaian IPM, berupa memberikan tingkat kepuasan masyarakat terutama dari aspek kesehatan,” kata Fathul.

IPM adalah angka pengukuran perbandingan dari harapan hidupmelek hurufpendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia.

Ikuti Jejak Wali

Sebagai kabupaten yang memiliki julukan “Bumi Wali”, kata Fathul, Kabupaten Tuban harus bisa meneladani jejak hidup para wali sebelumnya, yaitu Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga. Kepedulian para wali itu telah teruji. “Karena wali memiliki predikat karim atau peduli kepada sesama, tanpa pandang bulu, baik dari sisi kedudukan, pangkat, maupun latar belakang agamanya. Semuanya diperhatikan,” kata Fathul.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Tuban berpesan agar mengurangi kegiatan yang bersifat  seremonial. Menurut dia, yang lebih penting adalah realitas atau praktik nyata dari kegiatan itu, berupa kegiatan pengendalian TB di Tuban, bukan hanya berhenti pada kegiatan seremonial yang cukup memakan biaya.

Bupati Tuban juga mengusulkan cara penyebaran informasi tentang TB kepada masyarakat, yakni dengan memanfaatkan keberadaan masjid yang berjumlah sekitar 800 unit yang ada di Tuban.

“Dari jumlah itu, katakanlah setiap masjid disediakan 1.000 eksemplar informasi tentang TB, maka akan tersebar kepada 800.000 warga yang ada di Kabupaten Tuban. Di samping itu, tentu saja program CEPAT-LKNU dapat memberikan bekal kepada para  para tokoh agama juga meberikan informasi tentang hal itu dalam khotbah-khotbah shalat Jumat,” kata Fathul.

Nota Kesepakatan

Dalam kesempatan peluncuran tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MOU) antara LKNU Tuban dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban. LKNU Tuban diwakili  Dr. H. Miftahul Munir, SKM, M.Kes  dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban diwakili dr. Saiful Hadi.

Penandatanganan MOU yang berisikan sejumlah kesepakatan terkait pelaksanaan program pemberantasan TB di Kabupaten Tuban, disaksikan secara langsung oleh Bupati Tuban, Ketua DPRD Tuban M. Miyadi, Dandim, Kapolres Tuban AKBP Guruh Arif Darmawan, Kepala Kejaksaan Negeri Bantul  YUSWADI, SH. MH;  unsur kader masyarakat, camat, kepala puskesmas, perwakilan sektor swasta, media massa,  lintas sektor, Dinas Kesehatan, dan  Forum Pimpinan Daerah. (*)