Halo tamu , Login

Memetakan jalan kesembuhan TB bersama PETA

PETA

CEPAT LKNU menjalankan program TB Resistan Obat sejak Juli 2014. Menjangkau  14 Puskesmas Kecamatan di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Berbeda dengan pendekatan program TB regular yang menjangkau pasien TB dengan cara skrining, data pasien  TB Resistan Obat diperoleh dari RS Persahabatan, terutama untuk pasien yang mangkir dan perlu tindak lanjut pendampingan. Program TB Resistan Obat ini melibatkan kader pendukung dan perawat pendukung, yang berasal dari 14 Kecamatan tersebut. Dalam perjalanannya, ternyata masih sangat dibutuhkan keterlibatan pendamping sebaya, atau mantan pasien TB Resistan Obat, terutama dalam memberikan dukungan moril sesama pasien TB.

Untuk keperluan tersebut, CEPAT-LKNU menggandeng PETA (Pejuang Tangguh).  Keduanya kemudian sepakat menjalin kerjasama sejak September 2015 dengan program utama berupa  kunjungan pasien TB Resistan Obat yang mangkir dan kunjungan Puskesmas. Hingga saat ini sudah menjangkau 17 pasien dan melaksanakan 28 Kunjungan di 8 Puskesmas.

Pada kunjungan Puskesmas, yang dilakukan oleh PETA antara lain: 1). memfasilitasi pertemuan antara perawat pendukung, kader pendukung, pasien TB Resistan Obat dan PETA, 2). Memberikan dukungan/sosialisasi/edukasi pada pasien dan menggali permasalahan terkait pengobatan yang dihadapi pasein serta memberikan alternatif solusi, 3). Memberikan rekomendasi kepada perawat pendukung mengenai RTL (Rencana Tindak Lanjut) pasien TB Resistan Obat

Kunjungan Puskesmas biasanya  dilaksanakan bersamaan dengan jadwal pasien minum obat, sehingga tidak mengganggu waktu pasien. Untuk menentukan hari kunjungan ada koordinasi antara PETA dengan petugas Puskesmas, kapan jadwal senggang perawat agar perawat bisa ikut serta dalam kegiatan  tersebut.

Pada kunjungan Puskesmas Kemayoran, pada tanggal 27 April 2016, terdapat berbagai sudut tentang TB TB Resistan Obat:

Kader: Kader melakukan kunjungan kerumah pasien TB Resistan Obat untuk pendampingan. Hal tersebut dirasa masih kurang mengena, karena pasien sering berkeluh kesah terkait efek samping obat. Dengan adanya kegiatan kunjungan Puskesmas ini,  merupakan salah satu kegiatan yang membuat pasien lebih termotivasi karena bisa ketemu langsung dengan orang yang mengalami (mantan pasien TB Resistan Obat). “Saya melihat ada rasa bahagia dalam diri pasien ketika kegiatan ini, seperti ada yang mendekati, ada yang peduli dengan pasien, yah kekeluargaan gitu,” ungkap Ibu Suharti.

Perawat: Ketika mau melaksanakan kunjungan puskesmas, mencari waktu senggang supaya bisa berpartisipasi tanpa meninggalkan pekerjaan wajib sebagai pelayan kesehatan. Menurut Ibu

Hertiati kegiatan  ini sangat membantu sekali bagi pasien, “Saya punya waktu nggak lama untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan pasien, dengan adanya PETA ada edukasi kepada pasien yang bisa menggantikan saya.”

PETA: Kegiatan kunjungan Puskesmas ini sangat penting, karena PETA pernah menjadi pasien TB Resistan Obat jadi bisa berbagi pengalaman dan informasi dengan pasien TB Resistan Obat, serta bisa memberikan semangat. PETA juga bisa menjembatani pengajuan transportasi pasien ke RS Persahabatan yang sangat bermanfaat bagi pasien. “Sangat perlu, karena jika hanya dijangkau pasien dari RS Persahabatan saja, bagaimana yang di Puskesmas. Petugas banyak yang nggak bisa kasih info detail. Paling tidak memantau perkembangan pasien dan  sharing pengalaman dengan pasien,” kata Rachmat.

Topik yang dibincangkan dengan pasien tidak ditentukan, karena berjalan mengalir sesuai dengan pertanyaan dari pasien. Kunjungan ini dilaksanakan di luar ruangan, selain lebih aman untuk pencegahan penularan, juga lebih santai. “Pasien tidak merasa tegang dan gugup, karena ngobrolnya diluar ruangan,” pungkas Rachmat.

Pasien: Bagi pasien, mendapatkan informasi dari sesama pasien atau mantan pasien lebih memotivasi

karena pernah mengalami.  “Perlu diadakan pertemuan kayak gini tiap bulan, supaya lebih semangat bisa memotivasi dan sharing keluh kesah. Kalau nggak ada kegiatan ini, ga ada yang bisa menyemangati, orang rumah belum tentu kasih semangat karena punya kesibukan masing-masing dan belum tentu tahu apa yang kita rasakan.  Pasien ketemu PETA udah seneng karena mantan pasien, merasa ada temen.”

Ketika ditanya apakah amasih ada yang perlu diperbaiki dari kunjungan Puskesmas ini, Nawang menjawab, “Gak ada yang kurang, saya sudah sangat senang dengan ini.” (Elina/ Jakarta)