Halo tamu , Login

Kompak Bergerak Memerangi TB


Kader TB Kelurahan Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang,  merasa sangat  terbantu dengan partisipasi aktif tokoh agama dan masyarakat, bahkan pasien yang telah sembuh, dalam menyampaikan sosialisasi TB. Kekompakan di antara unsur masyarakat itu menjadi modal utama keberhasilan program TB.

Kelurahan Kebon Melati terdiri dari 15 Rukun Warga (RW) yang  berada di sekitar pusat perbelanjaan Tanah Abang dan masuk dalam wilayah Administratif Jakarta Pusat. Kebon Melati merupakan wilayah padat penduduk dengan jumlah sekitar 5.000 Kepala Keluarga (KK).

CEPAT-LKNU mempunyai tiga orang kader di Kelurahan Kebon Melati dengan wilayah kerja yang telah dibagi untuk masing-masing kader. Taty Suharti, merupakan salah satu kader yang aktif dalam menemukan suspek TB, pendampingan dan pelacakan kontak pada pasien TB, dan melakukan sosialisasi TB di wilayah Kebon Melati.

Pada saat memberikan sosialisasi tentang TB, Taty seringkali melibatkan tokoh masyarakat seperti RT, RW, dan tokoh agama setempat. Untuk membujuk suspek atau pasien agar mau periksa ke Fasyankes, perempuan kelahiran Jakarta ini mengajak Toga/Toma untuk mendampingi kunjungan ke rumah warga. Cara lain yang ditempuh Taty adalah menitipkan brosur ke Toga/Toma untuk disampaikan ke warganya sehingga jika ada yang ingin bertanya lebih lanjut bisa menghubungi kader. Selain itu, Taty juga bekerjasama dengan Tokoh Agama yang aktif dengan Majelis Taklim di berbagai tempat untuk memberikan sosialisasi TB saat kegiatan pengajian. Taty merasakan bahwa kebersamaan dalam menanggulangi TB akan lebih berhasil daripada ia lakukan sendirian. Hal ini juga dirasakan oleh warga masyarakat yang lain, bahwa kekompakan akan memudahkan segala hal.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Hj. Fatimah, seorang da’i di Majelis Ta’lim Al-Ikrom dan Masjid Asy-Syafi’un, yang seringkali memberikan sosialisasi tentang TB saat memberikan pengajian di majelis-majelis. Terkadang Hj. Fatimah bersama Taty mendatangi pasien TB yang sulit dibujuk oleh Taty untuk menjalani pengobatan. Ada pasien yang merasa takut menjalani pengobatan TB, lalu diberi motivasi agar mau berobat hingga sembuh dan tidak menularkan orang lain. “Kalau di antara keluarga ada yang punya penyakit ini (TB), tolong cepat-cepatlah hubungi Bu Taty,” ungkap perempuan yang kerap dipanggil Bu Hajjah ini.

Kerjasama antara Taty dengan Hj. Fatimah ditandai dengan seringnya Taty mengkomunikasikan masalah warga Kebon Melati yang terkena TB, lalu Hj. Fatimah membantu datang langsung ke rumah warga. Dari sana, Hj. Fatimah memberikan sosialisasi TB saat pengajian.  Menurutnya, penting sekali memberikan informasi kepada warga bersama-sama. Warga lebih percaya dengan adanya tokoh agama dan kader, daripada kader bekerja sendirian.

Masyarakat setempat membenarkan bahwa Ketua RT memberikan perhatian agar warganya mengobati penyakit TB hingga sembuh. Ketua RT juga memberikan pandangan kepada warga, jika ada yang mau bertanya banyak tentang penyakit TB bisa menghubungi kader yang bernama Taty. Salah seorang warga Kebon Melati, Apriani, menuturkan bahwa pasien merasa sangat terbantu dengan kerjasama antara kader dengan tokoh masyarakat. “Terbantu karena langsung ditangani,” jelas Apri.  Semuanya menjadi mudah, dan mereka tahu harus kemana mencari pengobatannya. Selain itu, ada pula warga yang menyediakan mobil untuk mengantar jemput pasien TB yang  tidak mampu.

Kekompakan itu juga dirasakan oleh mantan pasien TB, Haris Rizal.  Saat masih sakit, Rizal kerap dikunjungi oleh kader CEPAT-LKNU dan tetangga dekat rumahnya untuk menanyakan perkembangan pengobatan TB. Rizalpun pernah diberikan saran oleh RT setempat untuk mengobati penyakitnya sampai sembuh. Haris Rizal yang sembuh pada November 2016, merasa terbantu dengan keberadaan masyarakat yang peduli dengan penyakitnya. Sebagai ucapan terima kasih kepada warga, dan sebagai bentuk kepeduliannya kepada sesama penderita TB, Saat ini Rizal sering ikut memberikan sosialisasi di masyarakat sambil membawa brosur TB yang diberikan kader. “Kalau ada penyakit begini langsung saja periksa,” tegas Rizal, sembari menambahkan jika ada yang belum dimengerti bisa tanya kepada kader TB yang bernama Bu Taty. (Elina/Jakarta)